Sabtu, 14 Maret 2015

Jaringan



JARINGAN

Dizaman yang sudah modern seperti ini, rasanya sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata jaringan, dan jaringan itu sendiripun mempunyai banyak arti bagi setiap orang. Kebanyakan orang mengartikan jaringan berkaitan dengan sebuah sistem komputer, tetapi kebanyakan orang tidak tahu pasti apa pengertian dari jaringan itu sendiri, dan mengapa kita membuat atau meciptakan sebauh sistem jaringan tersebut. Apabila kita perhatikan, hampir di seluruh Negara, kota-kota besar terutama di pusat perkantoran yang ada, pasti mereka semua menggunakan sistem jaringan atau administrasi sistem komputer. Percepatan arus informasi yang ada di kota-kota besar baik didalam atau diluar, kedalam ataupun keluar menjadi salah satu alasan mengapa kita harus menggunakan jaringan atau sistem komputer. Karena tidak bisa kita pungkiri, jikalau sebuah data yang dibuat atau yang ada didalam satu komputer tidak hanya digunakan oleh komputer itu sendiri, tetapi juga bisa jadi dibutuhkan oleh komputer lainnya secara bersamaan. Untuk mentransfer data-data tersebut dari komputer satu ke komputer lainnya jika dilakukan secara manual akan menghabiskan waktu yang cukup lama, oleh karena itu, untuk menghadapi masalah tersebut, banyak orang yang berusaha membuat sebuah sistem atau sebuah aplikasi atau software yang bisa digunakan untuk mencapai efisiensi tersebut, dalam arti mencari cara bagaimana agar dalam mentransfer data dari komputer satu ke komputer lainnya bisa dilakukan dengan cepat atau tidak memakan waktu yang lama, maka dari itu kemudian terciptalah atau dibuatnya sebuah system network atau yang biasa kita sebut dengan sistem jaringan.
Banyak para ahli yang mendefinisikan arti atau pengertian dari sebuah jaringan atau sistem jaringan yang berbeda-beda menurut versi mereka masing-masing, tetapi ketahuilah dari semua pendifinisian tersebut, sesungguhnya inti dari sebuah jaringan atau sistem jaringan itu sendiri adalah sekelompok komputer yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling berhubungan atau dihubungkan satu dengan yang lainnya agar dapat saling berbagi atau mentransfer data yang dipakai secara bersama-sama dengan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing dari komputer itu sendiri. Maksud dari sumber daya itu sendiri merupakan sebuah data dan informasi, sebuah program dan aplikasi komputer, dan lain sebagainya. Dalam membangun sebuah sistem jaringan kerja (network) yang ada, kita memerlukan sebuah perantara atau yang dikenal dengan nama interface, sehingga komputer yang kita hubungkan satu dengan yang lainnya dapat saling bertukar informasi, dan untuk mencapai tujuan tersebut atau agar mencapai tujuan yang sama, maka dari setiap bagian dari jaringan komputer akan meminta dan memberikan layanan atau yang disebut dengan service. Adapun dalam sebuah jaringan atau sistem jaringan mereka atau pihak yang meminta layanan disebut dengan istilah klien(client), dan pihak yang memberikan layanan dalam jaringan disebut dengan istilah pelayan(server). Arsitektur seperti ini disebut dengan sistem client-server, dan sistem ini digunakan pada hampir semua aplikasi dari sistem jaringan komputer.

Rabu, 28 Januari 2015

Paragraph Narasi



PARAGRAPH NARASI

Pengertian Narasi

Paragraf Narasi merupakan salah satu jenis pengembangan paragraph dalam sebuah tulisan yang mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu yang dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir, sehingga membuat sang pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian itu.  Paragraf narasi terdiri atas narasi kejadian dan narasi runtut cerita. Dalam paragraf narasi akan ditemukan tiga unsur utama pecah sebagai bahannya. Pertama, adanya tokoh-tokoh; kedua, adanya kejadian; dan ketiga, adanya latar, baik tempat, waktu, serta suasana.


Jenis- jenis narasi

·        Narasi informative, Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang
·        Narasi ekspositorik,  Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif. 
·        Narasi artistic,  Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif. 
·        Narasi sugestif, Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

Ciri-ciri Karangan Narasi 
·         Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan. 
·         Dirangkai dalam urutan waktu.
·         Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
·         Ada konfiks. Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut: 
·         Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis. 
·         Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. 
·         Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. 
·         Memiliki nilai estetika.
·         Menekankan susunan secara kronologis.

 Langkah-langkah Menulis Karangan Narasi 
·         Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan 
·         Tetapkan sasaran pembaca 
·         Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
·         Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita 
·         Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita 
·         Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan 
·         Mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut.

Contoh Karangan Narasi

Contoh 1 :
Aku berjalan menuju halaman rumah-rumah yang sunyi. Aku terus berjalan d kota kecil yang sunyi, hingga kutemukan patung sepeda-sepedaan di tengah taman. Ada seorang gadis berbaju hijau mengintipku dari balik rerimbun daun. Aku mengejarnya. Lantas, ia berhenti di salah satu sudut taman. Kami berpandang-pandangan sebelum aku tahu ia benar-benar hilang. Bolak-balik aku mencoba untuk mencarinya. Sebelum aku benar-benar menemukannya, dering jam weker cukup mengejutkanku. Cahaya matahari sudah menerobos masuk jendela kamarku.

Contoh 2 :
Kami menyusuri jalanan Jakarta. Bundaran di depan Hotel Indonesia sangat megah buat kami yang baru pertama kali datang ke Jakarta. Gedung-gedung tinggi. Aaah... pusat perbelanjaan sangat besar dan mewah. Tidak akan cukup uang kami bila masuk kesana. Mobil-mobil mulai dari yang paling jelek hingga yang paling bagus ada disini, yang sedari tadi menjalar sangat panjang dijalanan dan hanya bergerak beberapa meter setelah itu berhenti lagi. 

Contoh 3 :
Setelah selesai belajar, Damar rebahan di tempat tidurnya. Ia mengambil sebuah buku berwarna hitam di bawah bantalnya. Sebuah bolpoint sudah terselip dalam buku itu. Damar membuka halaman demi halaman dari buku itu. Di halaman yang masih kosong, ia menulis sesuatu. Ia mulai mengungkapkan perasaannya seharian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 20 Januari 2015

Pengertian Bahasa

BAHASA

Pengertian Bahasa

Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’
Bahasa merupakan alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon. Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkataturan yang imendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.
Bahasa adalah kunci pokok bagi kehidupan manusia di atas dunia ini, karena dengan bahasa orang bisa berinteraksi dengan sesamanya dan bahasa merupakan sumber daya bagi kehidupan bermasyarakat. Adapun bahasa dapat digunakan apabila saling memahami atau saling mengerti erat hubungannya dengan penggunaan sumber daya bahasa yang kita miliki. Kita dapat memahami maksud dan tujuan orang lain berbahasa atau berbicara apabila kita mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan.

Fungsi Bahasa

Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:
  • untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
  • untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
  • sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
  • untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).

Definisi Bahasa menurut para ahhli

·         Bill Adams
Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.

·         Wittgenstein
Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.

·         Ferdinand De Saussure
Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.

·         Plato
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.

·         Bloch & Trager
Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

·         Carrol
Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.

·         Sudaryono
Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

·         Saussure
Bahasa adalah objek dari semiologi.

·         Mc. Carthy
Bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir.

·         William A. Haviland
Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.

Berdasarkan beberapa pengertian bahasa tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian bahasa adalah sistem yang teratur berupa lambang-lambang bunyi yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran bahasa tersebut.
Bila dilihat dari beberapa definisi dan pengertian mengenai bahasa menurut beberapa ahli diatas, kita bisa melihat bahwa terdapat perbedaan definisi tentang bahasa dimana definisi dari setiap ahli tergantung dengan apa yang ingin ditekankan oleh setiap tersebut. Namun meskipun terdapat perbedaan, nampaknya disepakati bersama bahwa bahasa adalah alat komunikasi. Dan sebagai alat komunikasi , bahasa mempunyai fungsi-fungsi dan ragam-ragam tertentu.


Daftar Pustaka